Selasa, 13 Desember 2011

11.12.11 :*

really in love with Gusti Agung Wirahutomo :* :D

TUGAS LAGI! HAHAHAHA

Jika saya sedang ujian, biasanya di kertas ujian bagian bawah ada tulisan, “Jujur Mulia Nyontek Hina.”. Dan kata-kata itu terus terngiang-ngiang ketika saya hendak melakukan sesuatu. Memang benar sih. Jadi, anak-anak di sekolah saya jarang sekali ada yang menyontek saat ujian. Alhamdulillah.
Ada kejadian yang membuat guru-guru di sekolah saya senang dan bangga. Saat UAN kelas 9 tahun yang lalu, siswa kelas 9 diperintahkan untu menyontek oleh pengawas dari dinas. Tetapi, mereka tidak mau. Mereka mengetahui bahwa menyontek itu perbuatan dosa. Guru-guru senang sekali karena murid-muridnya beraku jujur.
Jujur adalah perbuatan yang sangat mulia. Jika kita jujur, kita akan mendapatan pahala. Jika kita selalu berkata jujur, kita akan dipercayai oleh orang-orang. Namun, jika kita menyontek atau berbohong, orang tidak akan percaya kepada kita. Kita juga akan mendapatkan dosa. Karena, bohong adalah pangkal dari kemaksiatan. Misalnya, kita memakan roti 3, tapi kita hanya mengaku memakan 1. Lalu agar kesalahan kita terttupi, kita memfitnah orang lain. Dosanya jadi 2 deh. Maka dari itu, kita tadak boleh berbohong dan harus berkata jujur. Karena jujur itu mulia. Sedangkan menyontek atau bohong itu hina dan berdosa.[]

INI JUGA TUGAS FVCK

Ketika Mencontek Itu Wajar

Sering ku dengar selentingan, kenapa harus terlalu idealis? Bukankah semua orang juga menyontek pada saat ujian/test? Kenapa harus terlalu jujur? Kenapa tak menyontek saja untuk meminimalisir akibat buruk yang akan terjadi bila tidak lulus ujian/test?  Bukankah orang tua kita menyekolahkan kita itu sangat mahal? Kenapa tak menyontek saja agar mereka tak sedih ketika kita gagal dalam test ataupun UN? Agar harga yang mahal itu terbalaskan oleh kelulusan kita? Bekerjasama sajalah. Bukankah kalau menyontek untuk membahagiakan orang tua itu boleh? Astaghfirullahal’adzim.


Aku terus berusaha menguatkan hatiku. Ya Allah lindungilah hamba-MU ini. Apa mempertahankan keimanan itu suatu yang memang sangat dianggap asing di negeri ini? Sekarang akan ku jawab pertanyaan-pertanyaan itu.


Kenapa harus terlalu jujur? Kenapa tidak menyontek saja? Kenapa tidak bekerjasama saja agar lulus ujian/test/UN?


Dari Abu Hurairah ra., Rasullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang berbuat curang/menipu, maka ia bukan termasuk golongan kami” (HR. Muslim, no 146).


Kau pikir menyontek bukan menipu? Kalau begitu kenapa kau takut saat kau ketahuan nyontek? Kalau bukan menipu, kenapa kau harus berbisik-bisik saat bekerjasama dengan temanmu dalam ujian? Apa kau tak merasa bahwa sesungguhnya kau telah menipu dirimu sendiri dan orang-orang sekitarmu. Kau bohongi orang tuamu dengan nilai-nilai palsu, yang kau dapatkan dari hasil menipu. Banggakah kau dengan nilai yang bagus hasil menipu? Akan banggakah orang tuamu pada dirimu yang menghalalkan segala cara hanya demi kelulusan, demi nilai yang bagus, demi mempertahankan rengking di kelasmu? Orang tua macam apa yang akan bangga dengan anaknya yang seperti itu? Astaghfirullahal’adzim. Semua orang tua akan mendambakan memiliki anak yang jujur, bukankah begitu? Seorang pencopet saja ingin agar anak buahnya jujur padanya tentang hasil copetan anak buahnya itu, bukankah begitu?


Lalu dalam hadist tersebut Rasullah saw. bersabda, MEREKA BUKANLAH GOLONGAN KAMI. Coba bayangkan saudaraku, siapa yang akan memberi kita Safaatul Udzma di akhirat nanti kalau Rasullah Saw. tak mau mengakui kita sebagai golongannya? Apa kita sudah merasa cukup dengan amal yang kita punya saat ini, sehingga tak membutuhkan Rasullah Saw.? Allahumma Shalli ’Ala Muhammad wa ’Ala aali Muhammad. 


Dan kau tahu apa akibat dari menipu dalam hadist dibawah ini? Na’udzubillahi tsumma na’udzubillahi min dzalik.

Rasulullah Saw. bersabda, ”Siapa menipu kami maka ia bukan termasuk golongan kami; pembuat makar dan tipu daya akan masuk masuk neraka.” (H.R. Thabrani  dengan sanad yang baik, dan H.R. Ibnu Majah dalam Shahih-nya)


Bagaimana saudaraku masih mau menyontek, menipu dirimu sendiri, orang tua, keluarga, teman-teman? Apa tak cukup peringat sekeras itu dari Rasulullah?


Ketika ada yang bertanya, bukankah kalau menyontek untuk membahagiakan orang tua itu boleh? Ah apa alasannya kau boleh membahagiakn orang tua dengan cara menipu? Apa kau yakin orang tuamu bahagia? Kalaupun memang mereka bahgia dengan hal itu, sekarang aku ingin bertanya  sebenarnya siapa yang lebih kau cintai orang tuamu atau Allah? 


Sekarang bayangkan saudaraku, ketika orang tuamu akan di masukkan ke dalam syurga, lalu Allah menahannya karena ulahmu. Bayangkan ketika orang tuamu ditanya oleh Allah kenapa dia tidak mengajarimu untuk berbuat jujur? Bukankah Allah menyuruh orang tuamu mendidikmu untuk taat akan semua perintah-NYA. Dan saat itu ibu dan ayahmu berkata, ”Aku meyesal mempunyai anak sepertimu,”. Apa saat itu kau pikir orang tuamu bahagia?


Jadi siapa sebenarnya yang lebih mencintai orang tuanya? Mereka yang menyontek? Atau mereka yang jujur agar kelak orang tuanya masuk surga?


Kebahagiaan seperti apa yang sebenarnya ingin kau berikan kepada mereka? Kebahagian sesaat yang akan berakhir di neraka-Nya Allah, ataukah kebahagiaan sejati yang berakhir di surga-Nya Allah? walau kau harus melihatnya menangis dulu di dunia. Tak takutksh kau dengan neraka-Nya Allah? Dan tak tergiurkah kau dengan surga-Nya Allah, Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai?


Kalau kau saat ini menyesal karena pernah menyontek, maka bertaubatlah. Sesungguhnya Allah Maha Penerina Taubat. Dan jangan pernah kau mengulanginya, apapun itu resikonya. Allah menunggumu di pintu gerbang hidayah-Nya.


Aku berkata seperti ini bukan berarti aku lebih mulia darimu, saudaraku. Tidak. Akupun sama tengah berusaha saat ini. Surga itu memang sangat mahal. Kita harus dapat meraihnya, walau harus berdarah-darah.

(dikutip dari curhatan seorang teman) 

Nyontek -_-

ini sebenernya tugas buat aku, karna aku ketawan MENCONTEK pas REMIDIAL MAT .FVCK

Jujur Saat Ujian ?? PeDe Aja Lagi !!

Takut menghadapi ujian mungkin merupakan sesuatu yang wajar, akan tetapi jika ketakutan tersebut mengantarkan seseorang menjadi nyontek ketika ujian, itu baru tidak wajar.

Apa itu nyontek?
Nyontek adalah membawa catatan khusus untuk dapat disalin ketika ujian atau meniru pekerjaan orang lain dengan cara yang tidak dibenarkan (curang). Tindakan nyontek hanya dilakukan oleh orang-orang yang lemah imannya, yang dirinya lupa bahwa Allah selalu mengawasinya.

Apakah nyontek itu dosa?
Ketika seorang siswa berniat untuk menyontek, tentu ia akan mencari cara bagaimana agar tidak ketahuan oleh sang pengawas. Saat posisi dan waktu telah dirasa aman, mulailah si siswa melakukan aksinya yaitu “menyontek” dengan perasaan dag dig dug takut kalau-kalau aksinya ketahuan oleh sang pengawas. Sungguh apa yang telah dilakukan oleh si siswa tadi sangat sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Kebajikan adalah bagusnya akhlak, sedangkan dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwamu dan kamu tidak suka apabila hal itu diketahui oleh orang lain.” (HR.Muslim, no 4633)

Nyontek itu sepele?

Kalaulah kita terima pendapat ini yaitu bahwa nyontek merupakan perbuatan yang sepele dan hanya merupakan dosa kecil, maka alangkah indahnya perkataan Ibnul Mu’taz

خلِّ الذُّنوبَ صَغِيرَها وكَبِيرَها فَهْوَ التُّقَى

واصْنَعْ كماشٍ فَوْقَ أَرْ ضِ الشَّوْكِ يَحْذَرُ ما يَرَى

لا تَحْقِرَنَّ صغيرةً إنَّ الجِبَالَ مِنَ الحَصَى

“Tinggalkanlah dosa baik yang kecil ataupun yang besar, maka itulah takwa… Jadilah seperti orang yang berjalan di atas tanah yang berduri, tentu ia akan berhati-hati dari apa yang dilihatnya… Janganlah engkau meremehkan dosa-dosa kecil, karena gunungpun adalah dari kerikil…” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal 212. Cet Darul Aqidah)
Namun, jika kita cermati lebih dalam tentang perkara nyontek ini, ternyata nyontek adalah sebuah perkara yang sangat mengerikan dan dianggap besar di dalam Islam. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa yang berbuat curang, maka ia bukan termasuk golongan kita” (HR. Muslim, no 146).
Selanjutnya marilah kita dengar cerita yang disampaikan oleh salah seorang sahabat Nabi yang mulia, Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, beliau menuturkan

كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلَاثًا الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَوْ قَوْلُ الزُّورِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ

Suatu ketika kami berada di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda, “Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa-dosa besar yang paling besar?”-beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali-. “Berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan bersaksi palsu atau berkata dusta.” Saat itu beliau bersandar kemudian beliau duduk. Beliau masih saja mengulang-ulang sabdanya sampai-sampai kami berkata kalau seandainya beliau diam. (HR. Muslim, no 126)
Mungkin dapat kita katakan bahwa nyontek termasuk salah satu perbuatan memberikan persaksian palsu. Bukankah orang yang nyontek sebenarnya tidak bisa menjawab soal-soal ujian? Bukankah nilai hasil ujian yang bagus sebetulnya tidak bisa diraih seandainya ia tidak nyontek? Bukankah ini berarti nilai-nilai yang ada di raport/transkip nilainya adalah nilai-nilai yang palsu? Sungguh ia telah memberikan kesaksian palsu kepada manusia yang membaca raport/transkip nilainya!

Jangan hancurkan harga dirimu!
Ibnu Mas’ud meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda

إِنَّ الصِّدْقَ بِرٌّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ فُجُورٌ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran adalah sebuah kebajikan, sedangkan kebajikan akan menuntun seseorang menuju surga. Sesungguhnya seorang hamba bermaksud untuk jujur sampai ia tercatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Adapun sesungguhnya kedustaan adalah sebuah kekejian, sedangkan kekejian akan menuntun seseorang menuju neraka. Sesungguhnya seorang hamba bermaksud untuk dusta sampai ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim, no 4720).
Maukah kita dicap oleh Allah sebagai seorang pendusta hanya gara-gara kita membiasakan diri untuk selalu menyontek ketika ujian? Sungguh betapa buruk gelar sebagai seorang pendusta!


Apabila seseorang pernah tertangkap basah menyontek, mungkin orang-orang disekitarnya akan menjadi ragu tentang kejujuran dirinya. Gerak-geriknya menjadi selalu diawasi karena khawatir ia akan melakukan sebuah kecurangan. Orang bertipe penyontek akan selalu berusaha mencari-cari kesempatan untuk berbuat curang demi keuntungan pribadinya.

Jangan lemah, berusaha dan mintalah pertolongan kepada Allah
Banyak faktor yang mendorong seseorang untuk nyontek; malas belajar, belum siap menghadapi ujian, ingin mendapatkan nilai yang tinggi dengan cara yang instan, ketakutan yang berlebihan jika gagal ujian, kurang pe de dengan kemampuan diri sendiri dan lain-lain.


Seorang muslim selayaknya mengambil sebab yang benar dan selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dalam sebuah ayat, kita perhatikan bagaimana Allah Ta’ala memerintahkan dan menyemangati kaum muslimin untuk mengambil sebab dan berusaha dengan sekuat tenaga dalam menghadapi pertempuran, Allah berfirman, yang artinya


“ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka dengan kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.”
(Al-Anfal: 60)

Selanjutnya, seorang muslim tatkala ia berusaha untuk menggapai sesuatu yang diinginkannya hendaklah ia selalu memohon pertolongan kepada Allah agar dimudahkan urusannya serta mendapatkan keberkahan dari Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Bersemangatlah dalam menggapai sesuatu yang memberimu manfaat dan mintalah pertolongan kepada Allah serta janganlah kamu merasa lemah. Apabila sesuatu (yang tidak menyenangkan)menimpamu, janganlah kamu mengatakan ‘seandainya tadi aku berbuat demikian, niscaya (hasilnya) adalah demikian dan demikian…’, akan tetapi ucapkanlah ‘semuanya telah ditakdirkan oleh Allah, dan setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terlaksan’. Hal ini karena (kalimat) ‘seandainya’ membukapekerjaan syetan.”
(HR. Muslim, no 4816)

Adapun sifat malas, tidak selayaknya dimiliki oleh seorang muslim. Hendaknya seorang muslim banyak membaca do’a yang telah diajarka oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ

“Wahai Rabbku, aku berlindung kepadamu dari sifat malas.”
(HSR. Abu Dawud, no 4409)

Renungan

Saudaraku….Sesungguhnya setiap apa yang kita lakukan, pasti diketahui oleh Allah Ta’ala, Dzat Yang Maha Mengetahui……Apakah layak bagi seorang muslim tatkala melakukan perbuatan kemaksiatan, ia merasa malu dan khawatir jika diketahui oleh orang lain namun dirinya seolah-olah melupakan Allah Yang Maha Mengetahui sehingga tidak merasa malu dan khawatir kepada-Nya?


“ Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui segala apa yang mereka sembunyikan dan yang mereka nyatakan?”
(Al-Baqarah:77)


Saudaraku…..Mungkin, kadang hati ini terasa sangat berat untuk menerima kebenaran, sangat susah untuk mempelajari ilmu…..Anggota badan terasa begitu mudah melakukan kemaksiatan….Demikian pula do’a terasa sangat susah untuk dikabulkan……


Pernahkah kita berfikir, barangkali hati dan anggota badan ini tumbuh dari makanan yang tidak berkah atau mengandung unsur yang haram?


Pernahkah kita berfikir, apakah ijazah dan transkip nilai yang dulu kita gunakan untuk mencari kerja betul-betul asli dan merupakan hasil usaha kita tanpa ada unsur kedustaan dari hasil nyontek?. Rasullullah shallallu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّهُ لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Sesungguhnya daging yang tumbuh dari usaha yang haram maka neraka lebih layak baginya.” (HR.Tirmidzi, no 558. Beliau berkata: Hadits Hasan Gharib)
Saudaraku…..Apakah seorang penuntut ilmu mampu diharapkan untuk istiqamah ketika berdakwah di tengah-tengah masyarakat, yang tentunya banyak kesulitan dan gannguan yang akan menghadangnya , padahal ia sendiri tidak mampu mengatasi kesulitan kecil pada dirinya ketika menghadapi ujian hingga dirinya nyontek? Allahul Musta’an……


Saudaraku……Setelah kita mengetahui betapa jeleknya perbuatan nyontek ini dan dulu kita pernah melakukannya, marilah kita tutup kejelekan tersebut dengan banyak berbuat kebajikan dan bertaubat kepada-Nya. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa kita…


Allah berfirman, yang artinya

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik dapat menghapuskan kejelekan-kejelekan”
(Hud: 114)
“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Az-Zumar: 53)
Akhirnya kita berdoa, mudah-mudahan Allah SWT menyadarkan kita dan senantiasa menuntun kita ke jalan yang penuh keberkahan-Nya. Aamiin

Kamis, 01 Desember 2011

Sedikit rasa buat Raymond Esa Mangkudjiwo

Postingan kali ini semacam ‘rahasia’, makanya namanya aku samarin, hihi
Wow, what an amazing Sunday night, J
Oh, sebelum aku nulis, say happy birthday dulu yaa buat Bagus Joseph, my besties, J

Kenapa aku bilang amazing?
Soalnya,
Ehm,
Aku..habis di cium, u.u
Sama pacar? Bukaaaan, bukan pacar, tapi mantan PMDK ku, u.u
Iya, Raymonda Esa Mangkudjiwo, mantan PMDK ku, Pendekatan Mulu Dapet Kaga. Yeaaaah right, FAAAAAAAAAAAK

Hihi, kasian ya? Tapi kalo boleh jujur, aku masih sayang banget sama dia. Tapi kayaknya dia msh ada rasa sma mantannya, -__________________-

Kok bisa dia nyium aku?
Hehe, gini ceritanyaa..


Kan kmaren tuh ada acara NoBar sepak bola, entah apa lawan apa itu di sebuah café, naah, aku, mas Ray, sama  Bagus kesana. Pas yg cowok”pada sibuk nnton bola, aku ambil hapenya mas Ray, buka BBM, daaaaan.. bajak. Hihi, as usuall, bajak broadcast message dan sent all cont itu penting banget. Jadi deh, aku nulis gini, ‘rek, kalian tau kan kalo pacarku, Bagus Joseph ultah hari ini? J
Huahahahahaha, membahagiakan banget,mana habis gitu yg mssage dia buanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak, J
Sumpah ngejak guyon ancene aku iki, gak cukup BBM, twitter juga bajaaaaaaaaaaaaaaaaak, wes pokoke tak kacau balaukan.
Pas mas Ray sadar, lansung diambil hapenya, trus bilang,”waaaaaaaaa, minta dicium anak ini”. Aku pikir cuman bercnada, yaa tak bawa guyon ae. Eh, pas di jalan pulang, dia nyium keningku. Sumpah aku shock. Entahlah, itu campuran antara shock dan amazed dan exited. Hihi, dasar

Udah ah, cukup sekian postingan gajelas ini, -__-


Minggu, 27 November 2011

Cars 2

Ini sebenernya tugas buat conversation besok, tapi karena kelompokku, yang terdiri dari

Amanda Puteri

 Yolla Fara 

 

dan Nidya Feriza

 
merupakan sebagian dari orang" sibuk di dunia ini, alhasil kita setuju ngerjain besok di sekolah.
dan untuk jaga" wifi sekolah ga nyala, aku ngandelin blog tercinta ini, :*
here it is, CARS 2

Four-time Piston Cup champion race car Lightning McQueen returns home to Radiator Springs and reunites with best friend Mater and girlfriend Sally Carrera. Former oil tycoon Miles Axlerod, now a green power advocate, announces a racing series called the "World Grand Prix", as a means to promote Allinol biofuel. Although McQueen initially refuses to participate, Italian formula race car Francesco Bernoulli's challenge, as well as Mater's intervention, leads McQueen to enter the Grand Prix. At Sally's urging, McQueen agrees to take Mater with him, only to have the tow truck embarrass him repeatedly in Japan with his jovially ignorant antics.
Meanwhile, a group of "lemon" cars led by Professor Zündapp and an unknown mastermind owns the largest untapped oil reserves in the world. They secretly plot to secure their oil profits by using a weapon disguised as a television camera to ignite the Allinol fuel in targeted race cars during the World Grand Prix; with no apparent cause for the explosions, the public would doubt the fuel's safety and depend further on the group's oil. British spies Finn McMissile and Holley Shiftwell attempt to foil their plot. They attempt to rendezvous with American spy car Rod "Torque" Redline at a World Grand Prix promotional event in Tokyo in order to receive information about the mastermind; however, Redline is cornered by Zündapp's henchmen and passes his information to an unsuspecting Mater before being captured and subsequently killed. As a result, Shiftwell and McMissile mistake Mater as their American contact.
During the first race in Tokyo, McMissile and Holley help a still-oblivious Mater evade Zündapp's henchmen; in the process, Mater inadvertently gives McQueen bad advice which causes him to lose the race. Meanwhile, Zündapp uses the weapon on several race cars. At the end of his patience with Mater's embarrassing behavior as well as causing his loss, McQueen berates Mater, who decides to return to Radiator Springs. McMissile, who still believes Mater is an American spy, drafts him into foiling Zündapp's plot.
In Italy, the site of the second race, a disguised Mater infiltrates the criminals' meeting and discovers Zündapp's plan. Zündapp's henchmen, meanwhile, use their weapon on most of the cars during the race. With the Allinol fuel under suspicion, Axlerod suspends its use for the final race in England; however, McQueen decides to continue using it. The criminals decide to kill McQueen in the next race; upon hearing this, Mater blows his cover and is captured along with McMissile and Shiftwell.
Rendered unconscious, Mater has a mortifying dream where he sees his recent activities in a different perspective and realizes how foolish he has been acting, until he wakes up tied up inside Big Bentley along with McMissile and Shiftwell, minutes away from being crushed by its gears. The criminals use the weapon on McQueen during the race, but nothing happens. Mater manages to escape in order to warn his friends of a bomb planted in McQueen's pit area, but McMissile and Shiftwell find that the bomb was planted on Mater. They warn Mater about the bomb just in time, and Mater flees to protect his friends. However, he is pursued by a repentant McQueen determined to make amends to his friend, unaware of the real danger until they are out of range of Zündapp's remote detonator. He sends his henchmen to kill McQueen and Mater, but they are foiled by the combined efforts of McMissile, Shiftwell, and the Radiator Springs residents. Upon his capture, Zündapp reveals that only the person who installed the bomb can deactivate it. Mater then figures out that the mastermind behind the Allinol plot is Miles Axlerod, who is forced to deactivate the bomb in a final confrontation, after which he is arrested along with Zündapp and the lemons.
As a reward for his heroism, Mater is knighted by the Queen and returns home with his friends, where the cars from the Grand Prix take part in the unofficial Radiator Springs Grand Prix. Fillmore reveals that before the last race, Sarge replaced Lightning's Allinol with Fillmore's organic fuel, which prevented Lightning from being affected by the weapon. McMissile and Shiftwell invite Mater to join them in another spy mission, but he declines, claiming that he is where he belongs. He does, however, get to keep the rockets they gave him earlier, which he uses in the Radiator Springs race, while the spies take off on their latest mission."

Senin, 31 Oktober 2011

YIHA!: #NEW FLASHBACK TEENAGE SWEET SUNDAY

YIHA!: #NEW FLASHBACK TEENAGE SWEET SUNDAY: 1. 1 tahun yang lalu gw sering kumpul ma temen2 2. saat itu temen gw dede sedang maen gitar, gw inget sampe mas-mas samping gw nanya " u...